Empat Elemen Lima Sempurna

“Ketuhanan yang Maha Esa” bunyi dari sila pertama yang menggambarkan bahwa Indonesia negara yang mengutamakan unsur keagamaan dan memiliki beraneka ragam agama. Salah satunya Islam, merupakan agama terbesar yang dianut penduduk Indonesia. Agama yang menjadikan salah satu ibadah rutin sebagai tiang utama. Tiang terbesar dalam sebuah bangunan. Tempat bersandar ibadah-ibadah lain agar dapat diterima pahalanya oleh Allah swt.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan lima kali sehari. Pekerjaan yang apabila dikerjakan semakin mengokohkan bangunan agama dalam diri. Kewajiban seluruh umat yang apabila ditinggalkan menyebabkan kesengsaraan dunia akhirat. Aktivitas rutin yang menenangkan batin. Kunci utama untuk membuka pintu surga. Semua terangkum dalam sebuah ibadah yang dinamakan salat.

Kita tentu pernah mendengar kata-kata “Api, udara, air, dan tanah. Dahulu kala, empat negara hidup dengan damai. Kemudian semuanya berubah ketika Negara Api menyerang”. Kata-kata  ini sering kali terdengar ketika menonton sebuah film kartun buatan Amerika yaitu Avatar The Last Air Bender. Film tersebut menceritakan, seseorang yang bisa mengendalikan empat elemen di dunia ini akan dapat mendamaikan dan menyelamatkan dunia dari berbagai macam peperangan yang terjadi.

Ternyata, di dalam salat semua elemen di dunia ini, yang sering diulang dalam film Avatar The Last Air Bender termaktub di dalamnya. Sebuah video yang tersebar di media sosial menceritakan bahwa, empat elemen yang di sempurnakan oleh suatu hal, selalu termasuk di dalam gerakan-gerakan salat.

Empat elemen

Takbiratul ikhram dan itidal, posisi dalam salat yang menggambarkan bahwa kita sedang mempraktikkan unsur api. Vertikal ke atas, tegak lurus menyongsong langit. Tegas dalam mengucapkan takbir pertama “Allahu Akbar”. Berani, tidak ada keragu-raguan, serta siap menerima dan menghadapi setiap gangguan dari siapa pun dan arah mana pun.

Rukuk, posisi dalam salat yang menggambarkan kita sedang mempraktikkan unsur angin. Yang bergerak  horizontal ke depan. Angin yang bisa membawa kite berangan, berimajinasi serta berfikir betapa banyaknya nikmat Allah sehingga tak terhitung jumlahnya, tak ternilai harganya, tercurah dari langit-Nya, dan terhampar di bumi-Nya.

Nikmat yang begitu banyak ini yang apabila kita jadikan ranting-ranting pohon sebagai pena, dedaunan sebagai kertasnya, dan air lautan sebagai tintanya tidak akan cukup untuk menulis semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Sujud, posisi dalam salat yang menggambarkan kita sedang mempraktikkan unsur air. Selalu mencari tempat yang rendah, menjaga dari sifat tinggi hati. Fleksibel dengan wadah apapun. Menyesuaikan diri dengan kondisi apapun. Menjadi penolong bagi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini

Duduk diantara dua sujud, duduk tahiat awal dan duduk tahiat akhir merupakan posisi dalam salat yang menggambarkan kita sedang mempraktikkan unsur bumi. Kukuh, kuat, dan tak tergoyahkan oleh terjangan badai sekalipun. Menjadi paku bumi agar tak terguncang. Menjadi penjaga bumi agar tak goyang.

Gerakan dari rukun salat terakhir yaitu salam. Menyebarkan rahmat ke semesta alam. Kalimat salam yang diucapkan merupakan perwujudan cinta. Selain cinta, islam memiliki sesuatu yang lebih kuat dari cinta, lebih tinggi dari cinta, lebih embut dari cinta, dan lebih hakiki dari cinta yaitu Ikhlas. Tanpa adanya ikhlas semua elemen tersebut tiada artinya, oleh karena itu film yang berjudul ada apa dengan cinta seharusnya diganti menjadi ada apa dengan ikhlas.

Api yang berani menghadapi semua masalah, ketika tidak ikhlas maka tidak akan selesai sebuah  masalah. Angin yang membantu berpikir, ketika tidak ikhlas maka tidak membuahkan hasil. Air yang menyesuaikan diri terhadap kondisi apapun, ketika tidak ikhlas semakin sulit dalam penyesuaian. Serta gunung yang menjadi paku untuk memperkuat bumi, ketika tidak ikhlas bumi akan mudah terguncang.

Begitulah kuasa Ilahi, mewajibkan seluruh hamba-Nya yang beriman untuk melaksanakan kegiatan yang sudah tentu sangat bermanfaat. Seperti perkataan orang bijak “Allah akan memberikan apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan”. Tetapi, ketika kita meninggalkan salat maka runtuhlah iman dan agama di dada kita.

Khusyuk

Dewasa ini, banyak orang mempertanyakan salat kita sah atau tidak? Salat kita diterima atau tidaknya  oleh Allah? bagaimana cara salat supaya khusyuk?. Menurut almarhum ustaz Zainudin M Z salat kita sah apabila rukun salat telah kita penuhi semua. Tetapi salat kita diterima atau  tidaknya oleh Allah swt. Tidak ada yang mengetahui kecuali Dia.

Khusyuk dapat kita artikan sebagai penuh penyerahan atau sungguh-sungguh. Khusyuk melaksanakan salat merupakan kunci utama untuk merasakan khasiat empat elemen yang termaktub di dalamnya. Tentu tidak  mudah untuk mencapai ke khususkan dalam salat, karena ada setan yang setia dan profesional untuk mengganggu kita dalam melaksanakan salat. Contoh, ketika hendak melaksanakan salat seseorang kehilangan penanya, di waktu salat setan memberi tahu orang tersebut bahwa penanya di dalam lemari.

Di zaman Rasulullah, Ali bin Abi Thalib merupakan salah satu orang yang paling khusyuk dalam melaksanakan salat. Suatu haru Rasulullah menguji Ali, apabila Ali khusyuk dalam salat maka Ali berhak memilih dan memiliki salah satu serban milik Rasul. Maka salat lah Ali, selama melaksanakan salat Ali berfikir hendak memilih serban yang mana? sehingga, ketika selesai salam Rasulullah bertanya “serban yang mana hendak engkau miliki wahai Ali” secara spontan Ali menjawab “yang berwarna hijau ya Rasulullah”, Rasul tersenyum dan menjawab “salat yang engkau laksanakan tadi belum khusyuk wahai Ali”.

Dari kejadian di atas dapat dipahami bahwa ketika melaksanakan salat setan selalu mengganggu dan setan membenci orang yang khusyuk dalam melaksanakan salat. Berbagai cara dilakukan setan agar hamba yang melaksanakan salat terganggu. Ketika seseorang telah khusyuk melaksanakan salat pun setan masih dapat mengganggunya dengan cara menimbulkan rasa sombong yang ada dalam diri orang tersebut, karena telah khusyuk melaksanakan salat dari perkataan-perkataan orang ketika melihat betapa khusyuk salatnya.

Oleh karena itu, berusahalah khusyuk setiap mengerjakan salat. Karena semakin khusyuk seseorang melaksanakan salat, maka semakin terasa nikmatnya beribadah dan dengan khusyuk keempat elemen di atas akan sempurna. Dan cara yang paling sederhana untuk khusyuk dalam melaksanakan salat adalah dengan memahami atau mengetahui arti dari setiap bacaan yang kita baca dalam salat.

Advertisements

Author:

menyukai pemandangan dan bertekad untuk melanjutkan kuliah keluar negeri

One thought on “Empat Elemen Lima Sempurna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s